Virus yang sangat mematikan ini mulai mengguncangkan dunia di awal tahun 2020, korban semakin banyak yang berjatuhan tak dapat hentikan untuk saat ini, kita hanya dapat bertahan hidup dengan semampu kita selama vaksin belum ditemukan. Bantuan dr pemerintah pun tak kunjung datang, hanya beberapa saja yang mendapatkan, bantuan yang datang tidak merata hingga akhirnya kami diperumahan hanya bisa pasrah, kami menganggap virus ini tidak ada hingga saat ini. Dari pada kami mati kelaparan, kami tetap mencari sesuap nasi, kami tidak menghiraukan virus ini. Andaikan negara asal virus ini langsung bertindak dan tidak membuat kecerobohan, tidak seperti saat ini, dari maret 2020 hingga juni 2020 kami masih melihat korban2 semakin banyak berjatuhan, kapankah virus ini lenyap dari dunia? Ayo Kawan kita lawan musuh yang tak terlihat ini dengan menjaga diri kita dan keluarga kita dengan cara selalu mencuci tangan dengan sabun dan hidup sehat supaya tidak semakin bertambah korban yang tidak bersalah berjatuhan terus menerus. Semangat terus Indonesia ku memerangi virus ini..
Kumpulan artikel
Wednesday, June 24, 2020
Thursday, March 28, 2019
Friday, October 5, 2018
Thursday, October 26, 2017
Tuesday, October 24, 2017
Tuesday, October 17, 2017
Kegagalan setiap pekerjaan yang kita lakukan memberikan ilmu yang baru untuk melakukannya kembali,setiap tantangan yang kita hadapi pasti ada jalan untuk bangkit.janganlah menyesali kegagalan,tetapi tetaplah maju dan berusaha terus tanpa mengenal lelah.Akhir dari kegagalan pasti menghasilkan buah yang bagus untuk kedepannya.
Tuesday, October 10, 2017
Parman VS Inem
Percakapan parman dan Inem
Parman : Nem mau kemana??
Inem : Mau ke pasar Man.
Parman : Mau ngapain kepasar?
Inem : Mau membeli sesuatu.
Parman : Membeli apa Nem?
Inem : Membeli Sesuatu.
Parman : Sesuatu apa Nem?
Inem : Ada deh,mau tau?
Parman : Iya lah saya mau tahu.
Inem : Bener mau tahu?
Parman : Iya Nem penasaran saya.
Inem : Kasih tahu engga ya?
Parman : Kasih tahulah!
Inem : Oke saya kasih tahu.
Parman : serius nem kasih tahu!
Inem : iya Saya kasih tahu,dengarkan ya!
Parman : iya saya dengarkan
Inem : Aku mau membeli hatimu yang sudah lama kau pendam.
Parman : Masa sih Nem?
Inem : iya Man
Parman : Soo sweet
Inem : I love you Man
Parman : Love you to.
Sekian cerita dari inem yang sekian lama memendam perasaannya ke parman karena parman sok jual mahal,akhirnya Inem bisa mengungkapkan perasaannya dan bisa bahagia saat ini dan mereka pun menikah.
Parman : Nem mau kemana??
Inem : Mau ke pasar Man.
Parman : Mau ngapain kepasar?
Inem : Mau membeli sesuatu.
Parman : Membeli apa Nem?
Inem : Membeli Sesuatu.
Parman : Sesuatu apa Nem?
Inem : Ada deh,mau tau?
Parman : Iya lah saya mau tahu.
Inem : Bener mau tahu?
Parman : Iya Nem penasaran saya.
Inem : Kasih tahu engga ya?
Parman : Kasih tahulah!
Inem : Oke saya kasih tahu.
Parman : serius nem kasih tahu!
Inem : iya Saya kasih tahu,dengarkan ya!
Parman : iya saya dengarkan
Inem : Aku mau membeli hatimu yang sudah lama kau pendam.
Parman : Masa sih Nem?
Inem : iya Man
Parman : Soo sweet
Inem : I love you Man
Parman : Love you to.
Sekian cerita dari inem yang sekian lama memendam perasaannya ke parman karena parman sok jual mahal,akhirnya Inem bisa mengungkapkan perasaannya dan bisa bahagia saat ini dan mereka pun menikah.
Subscribe to:
Comments (Atom)